Selasa, 15 September 2015

Ngapain sekolah

Lihatlah ke depan,, ngga’ usah bersekolah laaah leelaaah,,

Pernah mikir nggak : Bersekolah??? Dapet apa ce???  Tiap hari harus dapet pelajaran yang sama??? Ketemu orang yang sama?? Mikir pelajaran yang sama??? Mikir seswatu yang tak berguna.. seswatu yang gak ada untungya.. ngapain sekolah, hanya buang-buang waktu,, menambah beban sendiri, masalah aja uda banyak ditambah lagi dengan pelajaran yang ga’ begitu jelas juntrang-juntrungnya (Gajeeeeeeebo).

Yak’’… memang benar   bro, kadang kalo qt mikir pendidikan sekolah hanya mengotakkotakkan pikiran kita. Kita harus mempelajari yang ini keeek and yang itu keeek… tiada kebebasan berfikir bagi qt, seharusnya sekolah itu lebih banyak mempelajari konsep berfikir, bertindak and konsep dasar berprilaku dalam masyarakat, bukanya mempelajari pelajaran yang gajebo getoooo.. hemmmm, gimana mau kaya pengetahuan, hla wong disuruh mikirin yang itu2 ajaaa,, and yang lebih penting lage ni bro yaaaa… pelajaran tentang bekal hidup di dunia dan di akhirat wkwkwk, nie yang lebih penting tingggg tingggg Bagaimana hidupdi dunia tercukupi dan di akhirat juga terpenuhi… naaaaah kadang realita yang qt temui nie yeee, pendidikan terlalu muluuuk-muluuuuk, banyak pengetahuan yang musti qt kuasai, kam-sud-nya (bahasa cina haha) banyak mempelajari teori-teori yang ngga’ masuk diakal yang praktiknya aja nggak begitu mengerah kepada tujuan qt ke depan. Artinya gene broo ngga’ bisa buat hidup di dunia n akhirat, ngga’ bisa dibuat hidup di masyarakat, ngapain belajar banyak2, malah bad qt ngga’ bisa fokus pada tujuan qt ke depan. Memang seharusnya ada pelajaran yang dieliminasi broo, agar belajar jga ngga’ tlalu banyak and bisa fokus ke yang qt tekuni sesuai minat and bakat qt.  Intinya gene ne broo ngapain gue ngga’ setuju ama yang namanya sekolah :
®    Sekolah merupakan diagnose fikiran / penjajahan fikiran
Ngapaiin belajar harus dipaksakan?? Harus mempelajari ini, itu  semuanya harus dapet nilai bagus. Ngga’ salah jika Ilmuwan dunia Albertstein mengatakan sekolah hanya memenjarakan fikiran qt. stiap hari dkasih Ilmu-ilmu tertentu, ilmu yang sama. Tiada kebebasan untuk qt berfikir. Qt di masuki makanan otak dengan porsi tertentu, sehingga sebagian besar qt tidak bisa meng-eksplorasi pemikiran qt. pemaksaan berfikir pelajaran tertentu bisa berefek menumpulnya bakat yang qt punya, seharusnya sekolah memfasilitasi pengembangan bakat itu, bukanya menumpulkan bakat yang qt miliki. Yang qt inginkan adalah Eksplorasi berfikir, bertindak, berkarya yang tada batas dan ada unsur pemaksaan. Kebebasan berfikir menjadi alasan yang utama bagi perkembangan individu. Jangan batasi gue berfikir dan belajar, you Know!!!
®    Hanya membuang-buang waktu hanya untuk memenuhi formalitas belajar
Banyak waktu yang terbuang hanya memenuhi kelulusan menjadi anak sekolah,, bagi loe2 yang bernafsu akan pengetahuan hal ini merupakan alamat sebuah kerugian,com yang berkepanjangan hehe . sekolah ngga’ harus tiap hari masuklah, nggak usah lama-lama laah and nggak usah mahal-mahal juga laaach. Gimana rakyat miskin bisa sekolah??? Hemmmm…teori sekolah selama 12 tahun sebenarnya bisa disingkat sekitar 9 tahun tanpa mengurangi muatan materi sekolah. Buat apabuang-buang waktu jika yang diingini adalah ijasah dan formalitas wajib belajar. Teori gue gene,, sekolah gratis, ngga’ tiap hari masuk and lebih banyak pada pengembangan minat n bakat. Kyaknya cucok broo hehe  toh xl mau jjujur nie brooo berapa persen ilmu yang loe pake sekarang hasil dari loe sekolah,,, banyak yang hilang kan?? Mana mungkin waktu bisa kembaliiii, mending menekuni satu hal sampai mendetail and yang penting2 aj dech,,,
®    Sekolah tak berOrientasi ke depan, hanya berkutat pada pengetahuan bukan bekal ke depan
Pandangan yang disayangkan adalah arah atau tujuan setelah keluar dari sekolah. Dari sekian banyak hal, porsentase sekolah yang menjamin masa depan adalah hanya beberapa persen. Maksudnya setelah lulus harus mencari ilmu lagi agar mendapatkan kemampuan, dan sekolah yang sebenarnya membentuk kemampuan itu belum bisa dikatakan sukses, hal inilah yang mempengaruhi tertundanya waktu untuk maju. Arah pandangan sekolah bukan pada pengembangan teori, tapi masih pada pembelajaran terhadap  teori orang lain. Kreativitas menemukan sesuatu yang baru terhalang karena masih dalam status mempelajari, bukan mengembangkan. Dan pelajaran banyak yang bersifat abstrak, bukan riil, Padahal masa depan membutuhkan sesuatu yang riil/nyata
®    Masih berfokus pada teori-teori bukan ilmu praktis/ praktik
Kesalahan besar ketika qt hanya mempelajari mengenai teori2,, pelajari praktik juga harus menjadi perhatian penuh, terutama yang sejalan dengan dunia dan akhirat. Karna mau tidak mau tujuan qt hanya pada itu, dunia dan akhirat. Soo sekolah yang berdasar pada teori menjadi pusat kerugian dalam segala hal. Yang penting bukti, bukan hanya omong kosong belaka. Hal yang sifatnya teoritis harus ditambah hal yang sifatnya praktis, sehingga hal tersebut tidak hanya angan2 belaka tapi dapat dibuktikan secara nyata.
®    Budaya sekolah hanya untuk  mencari kerja Enak
Budaya yang salah adalah kuliah atau sekolah hanya untuk mencari ijasah dan kemudian digunakan untuk mencari kerja yang enak, sekolah tinggi-tinggi hanya formalitas mencari uang. Buat apa kerja enak tapi kurang profesional, karena dunia selalu bersaing. Maka walaupun punya ijasah harus diimbangi dengan kemampuan aplikatif. Sooo xl loe skolah hanya cari ijasah mendding ga’ sekolah aja dech, tapi profesional. Hayooo pilih yang mana??? Punya ijasah dan profesional kaaan??
®    Harus mengikuti sistem yang formal
Belajar yang terkonsep secara formal kadang malah keluar dari tujuan yang ditargetkan, karena gene broo, tiap orang punya metode berbeda dalam belajar, ada yang belajar sambil listening music, nggambar, nulis, dsb. Maka saya kira kita tingggal ada target, berikan kebebasan untuk belajar. Naaaah ,, kalau sekolah yang qt temui qt harus ikutin sistem yang kadang ngga’ cucok dngan cara belajar qt, nie yang kdang mengurangi kemampuan kita karena tidak diberi kebebasan pakai metode sendiri. Wahahaha..
®    Menumpulkan bakat alami
Bakat alami yang qt miliki kadang tidak berkembang dan tumpul jika terlalu ngikutin sistem, pelajaran dan formalitasnya sekolah. Bakat tak tersalurkan dan berkembang, tidak ada wadah untuk itu. Sekolah hanya memaksakan bakat baru yang sekolah kehendaki dan tiada ampun bai bakat alami. Padahal bakat alami yang dipelihara dan dikembangkan melebihi bakat buatan yang dipaksakan.


Finally, aset pada diri kita yang mengetahui adalah qt sendiri. Perkembangan dan pengetahuan qt yang bertanggung jawab adalah qt sendiri. Melalui tangan-tangan sekolah jika itu menghambat kita untuk lebih maju, lebih berkembang maka jangan andalkan sekolah saja. Sekolah hanyalah prosentase kecil untuk menguasai tujuan-tujuan hidup. Lainya ada di mana-mana.. mana-mana inilah yang menjadi PR besar kita untuk mencari dan mengaplikasikannya. Sooooo pesan dari gue “ jangan berharap besar dari sekolah atau kuliah, berharaplah pada diri sendiri melalui berbagai cara kongrit agar dapat mencapai tujuan dunia-akhirat’’ 

Hargai waktu Anda

Hargailah waktu, nanti waktu akan menghargai Anda
            Ada sebuah kisah kebetulan dia adalah teman saya yang pada waktu itu dia adalah seorang pelamar kerja di sebuah perusahaan swasta. Pada suatu hari dia mendapati info di sebuah media masa internet bawasanya sebuah perusahaan swasta membutuhkan kariyawan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut, bla… bla… bla..  singkat cerita ketentuan dan syarat-syarat tersebut sudah dia penuhi dan dia dengan berbekal syarat-syarat tersebut menemui direksi bagian personalia untuk melakukan wawancara kerja. Pada saat itu si pelamar kerja terlambat 5 menit untuk melakukan wawancara, akhirnya singkat cerita si pelamar kerja tidak bertemu dengan direksi personalia perusahaan dan rencana wawancara kerja batal serta secara otomatis dia tidak diterima di salah satu perusahaan swasta tersebut.
            Ada salah satu sekolah swasta yang populer dan sangat mengutamakan waktu. Kadang banyak yang menyebutnya Dicipline School karena segala aktivitas dimulai dan diakhiri dengan Bel. Mulai bangun tidur, makan, sholat bahkan mandi semuanya sudah diatur dalam hitungan menit. Bahkan hampir tak pernah memandang jam dinding. Mulai jam 3 pagi sampai jam setengah 11 malam semuanya dimulai dan diakhiri dengan Bel. Sekolah semi militer ini menggunakan konsep home schooling, jadi 24 jam dibawah pengawasan dan penataan sekolah. Kegiatannya pun 24 jam, tidak boleh keluar sekolah dan sangat tertutup dari khalayak umum. Singkat cerita jika siswa dalam hitungan waktu yang ditentukan belum selesai, maka akan mendapat hukuman denda ataupun sanksi lainya. Demikian juga guru, jika terlambat dalam hitungan menit saja maka akan mendapat sanksi potong gaji. Awalkali memang terasa berat karena guru-guru harus datang 15 menit sebelum masuk serta masuknya cenderung pagi-pagi buta. Berat juga bagi siswa karena segala aktivitasnya di batasi dan harus tepat waktu. Namun demikian ternyata hal tersebut menjadi kebiasaan positif bagi siswa dan guru walaupun untuk pertama kali terasa berat dan tidak kuat jika terus-menerus dilakukan.

            Naah Guys,, untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah. Harus mengalami pembiasaan-pembiasaan pada diri sendiri. Bahkan harus ada ancaman (krisis) dahulu, kalau tidak ada krisis kita boleh membuat krisis itu sendiri. Misalnya “Nanti… kalau saya tidak tepat waktu bangun pagi.. saya akan bunuh diri,  Deeett!!” Hehe,, ngga’ segitunya kalee.. atau nanti kalau saya terlambat sekolah, saya akan menabungkan semua uang jajan saya. (Xl gtu mending terlambat teruuss hehe ). Akhirnya dengan komitmen krisis itulah pembiasaan disiplin akan berhasil. Maka salah satu cara menghargai waktu itu adalah membiasakan diri untuk tepat waktu. Hargailah waktu, nanti waktu pasti akan menghargai Anda. Orang sukses pasti menghargai waktunya. Demikian juga Anda, jika ingin berhasil hargailah setiap waktu Anda. 

Berfikir dan bertindak positif

Investasikan sedikit waktu Anda untuk berfikir dan bertindak positif
Rekan – rekanita pasti sudah mengetahui apa yang diomongin sekelompok remaja Cowo Jomblo (CoJo) ketika kumpul-kumpul sama ganksternya, temen ngopinya atau kelompok ngupilnya hehe.. Apakah Kharier? Sekolah? Aktivitas harian? Ato yang lain..? Naaah hasil pengamatan selama beberapa dekade, tenyata persentase ngomongin cewe itu lebih besar dari pada ngomongin yang lain.. Saya kira apa yang diomongin Cewe Jomblowati (CeJoti) juga sama jika dalam kondisi yang demikian kumpul bersama kelompok gosipnya hehe.. Lantas kasus yang kedua,  Apa yang difikirkan CoJo atau CeJoti ketika sendirian, ketika lagi galau dan tak ada seditpun teman yang menemani. Rata-rata secara tidak langsung  pasti yang terfikirkan adalah sama seperti apa yang ada di atas. Jika belum ada kejelasan, belum ada tindakan pasti dan belum ada respon yang positif. Secara tidak langsung mau tidak mau kita sudah menginvestasikan waktu kita untuk berfikir tentang hal yang buram dan belum jelas adanya. Saya ngomongin investasi karena setiap apa yang kita lakukan pasti akan berdampak. Ivestasi = menanam/ memberikan. Dalam bahasa Jawa “Ngundhuh wohing pakarti “ (memetik apa yang telah dilakukan). Naaaah, ketika kita menginvestasikan waktu kepada sesuatu yang belum jelas seperti kedua kasus di atassama halnya kita memberikan waktu produktif kita untuk para pemakan waktu (melamun, membayangkan dan berandai-andai). Coba kita analisis rekan-rekanita, ketika setiap hari waktu kita tersita 50 menit saja untuk memikirkan hal yang belum jelas tersebut, maka bisa kita prediksikan :
Selama  1 minggu = 350 menit atau 5,83 jam
1 bulan = 1500 menit atau 25 jam
            1 tahun = 18.000 menit atau 300 jam
Bagaimana kalau 2 tahun? 3 tahun? Atau bertahun-tahun? Berarti secara tidak langsung kita menginvestasikan waktu kita untuk berfikir hal-hal yang GaJebo (Gak Jeelas Boo).Lantas apa untungnya bagi kita dan apa dampak yang kita peroleh dari investasi tersebut.  Naaah, beda lagi kalau kita Investasikan sedikit waktu kita untuk melakukan tindakan-tindakan positif misalnya membaca, beribadah, menulis atau yang lain. Maka secara tidaklangsung waktu yang kita investasikan tersebut akan berdampak positif dan tindakan-tindakan yang kita lakukan tersebut juga berdampak positif bagi kita maupun oranglain. Ingat !!! Investasikan sedikit waktu Anda untuk berfikir dan bertindak positif maka Anda akan memperoleh dampak yang positif. Kita ambil contoh lagi : ketika kepala kita sudah mulai meledak karena dari pagi sudah diberi sarapan soal-soal  Matematika kemudian diteruskan dengan musuh besar Fisika, ditambah lagi dengan guru yang super killer serta tak mau tahu. Maka ketika istirahat, untuk meredam ledakan otak tadi coba kita investasikan sedikit waktu kita untuk mengambil air wudhu yang super segerr dan mulai melaksanakan Sholat Dhuha. Pasti dampak positif berpihak pada kita.
            Lantas bagaimana mengatasi CoJo dan CeJoti yang sering menginvestasikan (memberikan) waktunya kepada para pemakan waktu?? Yang sering berfikir GeJe (Gak Jelas). Naaahh ikuti ritual saya :
1.      Ubah mainset Anda serta tanamkan pada fikiran Anda sedikit waktu sangat bermanfaat
2.      Tanamkan niat untuk berubah
3.      Jangan sampai memberikan peluang untuk galau ketika sendiri. Hehe atau langsung tutup peluang tersebut dengan melakukan hal-hal yang positif.
4.      Mulailah memperbanyak melakukan puasa, olahraga, atau memperbanyak pertemanan.
5.      Ikut sholawatan hehe.. (kumpul-kumpul yang positif)
6.      Sibukkan diri Anda untuk menginvestasikan sedikit waktu Anda untuk berfikir dan bertindak positif.

Naaah sekarang masihkah Anda menginvestasikan sedikit waktu Anda untuk berfikir dan mengerjakan hal-hal yang belum jelas??? 

Janji Dunia

Dunia itu menjanjikan keindahan, tapi MENGAPA KITA TIDAK MENGINDAHKANNYA?

Bermacam-macam problema yang kita hadapi bukan menjadi alasan kita menjadi susah, murung, merasa tertekan, terhimpit dan tidak bahagia. Problema adalah alasan utama mencapai pertumbuhan sikap dan mental. Ketika seseorang mendapat problem/masalah sebenarnya dia mencapai suatu akhir dari materi yang dia terima, sehingga untuk menguji materi perlu ada ujian. Jadikan problem sebagai ujian, maka engkau akan mencapai kompetensi tersebut. Sehingga ketika terjadi masalah yang sama, maka engkau pasti bisa menghadapinya. Kadang orang tidak menyadari bahwa hakikat dari masalah adalah sesuatu yang harus dihadapi bukan untuk ditinggalkan atau hanya diamati. Kita tidak boleh lari dari masalah, tapi hadapilah masalah. Sekecil apapun masalah adalah masalah, harus dientaskan bukan hanya disepelekan. Hal yang sepele merupakan masalah terbesar dari masalah-masalah yang besar. Maka hal yang sepele juga perlu mendapatkan perhatian karena sifatnya yang sangat kecil atau bahkan tak terlihat. Masalah yang besar tidak akan menjadi besar kalau orang punya kompetensi sendiri dalam menghadapi masalah.bahkan akan  menjadi kecil dalam pandangannya jika sudah terbiasa menghadapi masalah. Tetapi sekali lagi tidak pernah menyepelekan masalah dan segera punya target menyelesaikannya. Ujianpun punya waktu untuk menyelesaikannya. Semakin cepat, tepat maka semakin dapat. Artinya ukuran kecepatan dan ketepatan itu menandakan kematangan seseorang dalam menerima materi. Maka semakin cepat dan tidak menunda-nunda dalam menghadapi masalah maka semakin baik. Mengindahkan masalah adalah alasan yang tepat dalam menghadapi masalah. Semakin berat dan banyak masalah maka semakin Indah dan menggairahkan.  Berani hidup, berani dihadang seribu masalah. Dunia ini menyatu dengan  masalah, maka yang ada di dunia ini selalu dipenuhi masalah. Tinggal bagaimana bisa mengindahkan masalah, karena dunia menjanjikan keindahan. Masalah dan keindahan menyatu dalam dunia. Maka orang yang sudah mencapai kompetensi dan lulus dalam menerima materi yaitu mampu menyatukan antara masalah dan keindahan serta cepat dang tangkas dalam menghadapinya. Sehingga nilai seseorang ditentukan oleh kecepatan dan ketangkasan dalam menghadapi masalah.

Otak - tubuh

Diamnya orang mengerti lebih baik dari ngomongnya orang-orang yang bodoh, dan ngomongnya orang yang mengerti paling baik diantara semua omongan.Maksimalkan omongan yang penuh dengan kengertian terhadap suatu masalah.Berikan kebebasan bagi OTAKmu untuk berfikir dan TUBUHmu untuk bertindak
Budaya Protes tanpa solusi atau budaya diam tak bersolusi menjadi marak dikalangan akademisi dan praktisi terutama di lingkup pendidikan.Keengganan tersebut boleh jadi diakibatkan oleh penanaman pada masa Ordenya atau Orde sebelumnya.Independensi dalam menyampaikan pendapat belum bisa di rasakan.Masih ada rasa takut dan enggan akibat konsep lama yang masih kental mendarah daging dalam angan-angan fikiran rata-rata akademisi atau teknisi, termasuk pelajar.Kalau dia belum sempat menemuinya, peran utama orang tua dan keluarga yang pernah menemuinya menurun ke mental seorang akademisi atau teknisi.Penanaman Larangan ini yang tertanamkuat dalam diri pelajar atau akademisi.Sehingga anak cenderung takut mengambil resiko yang akhirnya takut juga dalam mengungkapkan ide.Dilarang, Jangan, ngga’ boleh, nggak usah neko-neko, dsb inilah yang mematikan  Independence of character seseorang.Terlalu banyak kata-kata larangan menjadikan pelajar takut akan resiko.Dan akhirnya kata resiko menjadi raksasa dalam pikiranya dan tertanam kuat pada pola pikir pelajar.Semakin besar resiko, semakin besar pula hasilnya jika itu berhasil.Itulah yang seharusnya ditanam dalam fikiran seseorang anak.Tapi ingaaat fikir sekali lagi cah bagus/cah ayu.Independence dibawah kontrol yang kuat perlu diterapkan dalam keluarga.Selain itu sebagai pendukung perlu penanaman pendidikan moral lewat bimbingan-bimbingan Agama atau budi pekerti untuk memperkecil penyimpangan yang dilakukan anak.Resiko (masalah) pada hakikatnya adalah sesuatu yang harus dihadapi, bukan untuk dilupakan dan ditinggalkan serta pasti ada dalam setiap keputusan atau tindakan.Jika tak mau beresiko ya jangan bertindak (move).Jadi menanamkam keberanian anak harus melalui pemberian kebebasan terhadap anak untuk bertindak atau mengambil keputusan.

Pola pendididkan Lembaga Pendidikan yang mengacu pada konsep lama masih banyak ditemui dalam lembaga-lembaga pendidikan tertentu.Sentralisasi dan otoritas pengajar menjadi pemicu utama kebiasaan pasif pelajar.Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya Liberalisme-pragmatis yang menjadi pedoman atau prinsip masyarakat pelajar sekarang.Liberalisasi-pragmatik inilah yang membuat seseorang mau bicara atau tidak, terpaksa memberi solusi, kritikan, pengakuan atau tidak.Bukannya salah jika mengkritisi tetapi solusi terhadap kritikan itu yang lebih penting.Problem solving harus menjadi prioritas utama dari setiap pembicaraan.

Hari Ibu

IBUKU ADALAH SYURGAKU..
By : Culun Kethon

Ketika tidak ada malaikat yang menemani kita di Bumi.. Ibu adalah sosok malaikat yang nyata-nyata melindungi serta peduli terhadap kita.

Puncak segala kenikmatan dan tujuan hidup setiap manusia adalah membahagiakan sosok yang melahirkan kita, walaupun mereka tidak meminta apa-apa dari kita. Siapakah dia ??? Yupz.. Benar bgd, dia adalah Ibu kalian. Dari beberapa Referensi entah dari Al-Qur’an, Hadits dan buku-buku lainya.. semua Sumber kenikmatan berasal dari seorang Ibu, baik kenikmatan surga di dunia maupun syurga di Akhirat kelak. Di dunia Ibu adalah malaikat yang mengemban tugas mulia  untuk  melayani kita mulai dalam masa kandungan sampai dewasa bahkan setelah itu dan di akhirat Ibu adalah perantara menuju syurga atau kunci pembuka seluruh pintu2 syurga. Bhayangkan .. Syurga yang begitu luas, Indah dan harapan dari semua umat berada pada telapak kaki seorang Ibu, Rasul juga memanggil Ibu sampai tiga kali  setelah itu Bapak, kemudian Ridho Allah tergantung pada Ridho orang tua yang berarti juga ridho seorang Ibu. Misteri apa yang  sebenarnya ada pada diri seorang ibu. Sampai-sampai begitu mulianya dia di hadapan Allah juga di hadapan kita..
Peranan seorang ibu sangatlah penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi. Mereka adalah pusat penentu generasi. Ibu yang berkwalitas akan melahirkan generasi-generasi yang berkwalitas. Pahlawan yang sebenarnya bukanlah pahlawan itu sendiri, melainkan orang yang melahirkan pahlawan. Sebagai seorang remaja sperti qt2 nie khususnya bagi calon2 ibu menjadi hal yang wajib belajar bagaimana menjadi ibu yang berkwalitas. Peranan kalian akan menentukan generasi-generasi Islam nantinya. Keberlangsungan kehidupan dan tiang dari setiap kehidupan terletak pada tangan-tangan kalian sebagai calon ibu.
Kerusakan generasi yang akan datang dimulai dari sekarang ini. Masuknya paham-paham, budaya, gaya hidup, kebiasaan ataupun modernisasi tanpa penyaringan yang mempengaruhi ibu2 ataupun calon2 ibu bukanya mewariskan syurga bagi anak2nya tetapi membuka pintu2 neraka bagi mereka. Entah itu neraka yang ada di dunia ataupun neraka yang ada di akherat.
Momen mother day ini mari kembali mengkaji wacana-wacana keibuan, mempersiapkannya dengan  ilmu pengetahuan karena mau tidak mau semuanya akan mengalaminya. Menggalang program kewanitaan bagi Remaja yang sesuai dengan Syariat Islam demi terciptanya ibu dan generasi Islam yang berkwalitas. Dasari pengetahuan dengan nilai agama yang kuat, sebab ibu adalah guru pertama, utama serta pencipta kharakter dan kepribadian anak. Seorang ibu adalah pencipta syurga dan masa depan bagi anak-anaknya.

Rekan-rekanita seperjuangan,, menjadi ibu yang baik tidaklah mudah perlu dipersiapkan, menghormati dan taat pada dia adalah kewajiban. Coba qt menunduk sejenak, mengingat kembali bagaimana beliau mengandung, merawat serta membesarkan qt sampai saat ini. Tidak cukup dengan itu bagaimana tangisannya, keluh kesahnya, kesulitan-kesulitannya yang tiada pernah tampak sedikitpun ketika di depan qt dan seketika merubah kesedihan  menjadi senyum. Kesabarannya dalam mengarahkan, membimbing, mendidik qt supaya jadi orang yang bener tiada tertandingi. Di sisa-sisa umurnya ini,, akankah kita tetap seperti anak kecil yang selalu saja menjadi beban beliau??ataukah menjadi peringan seluruh beban-beban yang ada dipundaknya?? Tentunya qt sendiri yang bias menjawabnya. Ok Guysss!!! IPNU-IPPNU adalah salah satu sarana kalian dalam menguatkan pengetahuan tentang nilai2 agama, pengetahuan umum, serta pengalaman, skill en laen-laen. Tantangan generasi ke depan seratus  kali lebih berat daripada sekarang. Ibu?? mampukah kau ciptakan syurga bagi anak-anakmu??? 

Renungan Guru

Guru itu Pengabdian, bukanlah pilihan
Seorang yang berani menjadi pendidik haruslah mengerti bahwa mendidik sangat bertolak belakang dengan yang namanya materi. Menjadi guru bukanlah pilihan yang terbaik dalam mendapatkan materi. Guru bukanlah pekerja materi ataupun pekerja sosial. Tetapi guru lebih dari itu semua. Seseorang yang hidup untuk pendidikan haruslah menjauhkan diri dari pemikiran-pemikiran tentang materi, dalam arti lain menjadi seorang guru haruslah tidak mengharap kelebihan materi, tidak boleh sedikitpun mempunyai niatan untuk mencari materi. Guru bukanlah Buruh, guru bukanlah pekerja, guru adalah pahlawan yang dituntut untuk profesional. Kita semua menjadi guru bukan untuk mencari materi, tetapi untuk merubah, menanamkan dan membagikan pengetahuan dan pengalaman untuk generasi. Guru adalah aktor utama pendidikan, dialah penentu zaman. Nasib masyarakat tergantung dariperan seorang guru. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pada era modern banyak seseorang memilih profesi sebagai guru?? Mainset apa yang ada pada masyarakat tentang guru,apakah ada perubahan mainset mereka? Guru adalah pahlawan yang dituntut profesional, mengejar profesi guru sama juga mengejar kebahagiaan akhirat dan menangguhkan kebahagiaan dunia atau bahkan tidak mendapatkan kebahagiaan apa-apa baik di dunia maupun di akhirat. Menjadi guru bukanlah pilihan utama, mengerjakan tetekbengek perihal syarat atau ketentuan-ketentuan mengajar hanya akan mengurangi produktifitas seorang pengembang Ilmu, mengurangi waktu sosialnya.menjauhkan diri dari aktivitas-aktivitas masyarakat.  Guru butuh perkembangan dan pengalaman. Siapa yang bersalah ketika guru mempunyai proyek lain diluar sekolah? Sekolah yang melakukan eksploitasi tenaga pengajar. Memberikan pekerjaan yang beranak pinak, tanpa harus memperhatikan nasib pengajarnya. Sekali lagi guru bukanlah pilihan utama dalam mendapatkan tujuan kebahagiaan. Terserah apa kata dunia. Dunia pendidikan bukanlah sebagai ajang bisnis. Para kapital Indonesia mendirikan sekolah-sekolah, melakukan eksploitasi tenaga pengajar dengan menambah tuntutan-tuntutan pekerjaan, menuntut profesionalisme karyawan kelas guru, sebagai hasil kaum kapital memberi upah dengan tidak layaknya tenaga profesional. Mereka menuntut adanya loyalitas, mencopot dan memasukkan guru sesuai standart lembaga. Guru dibuat layaknya buruh tanpa suara. Pengelolaan pendidikan yang tidak terbuka serta tidak ada laporan keuangan dalam periode waktu tertentu. Apakah ini bukanlah NEKOLIM dalam selimut pendidikan saudara-saudara ? ketika lembaga pendidikan berorientasi pada materi, dan tanpa berorientasi pada nilai guna out put untuk bangsa dan negara. Maka disitukah letak kesalahan dalam dunia pandidikan sekarang. Dimana nasib guru?? Apakah orang yang berpengetahuan itu dapat menjadi obyek para Kapital dalam mengekalkan kekuasaaannya? Apakah kaum kapital itu memikirkan nasib karyawannya? Sekali lagi.. guru bukanlah pilihan tapi guru adalah pengabdian, kekuatan niat yang akan menentukan pengabdiannya, lahir batinnya yang akan bersaksi, atas kemajuan dan tuntutan zaman.  Menjadiguru adalah beban, beban berselimut pengabdian yang dituntut tanpa diperhatikan. Profesi guru tak akan pernah menjanjikan kebahagiaan kalau dia hanya sebagai buruh dalam lingkaran kapitalisme. Sekarang saya memiliki beberapa pertanyaan ?1.      Apakah guru akan mendapatkan penghargaan dari Lembaga jika berhasil mengantarkan muridnya menembus kejuaraan?
2.      Apakah ada jaminan bagi seorang guru untuk dapat terpenuhi segala kebutuhan rumah tangganya ?
3.      Apakah suatu saat guru akan merdeka dari tuntutan-tuntutan lembaga, pemerintah, orang tua, Negara dan Tuhan ?
4.      Apakah guru akan mengetahui kondisi rata-rata keuangan lembaga?
Guru bukanlah alat Kapitalis untuk meraup untung dalam bisnis berkedok pendidikan. Guru bukanlah pilihan utama dalam berkharier tpi guru adalah pilihan penting dalam berjuang dan beribadah. Jadi jangan berharap lebih dari penghasilan seorang Guru. Guruu... Oh..guru...